Onno W Purbo pun Kirim Surat ke MENDIKNAS
Berkaitan dengan masalah mata pelajaran TIK di kurikulum 2013, Pakar IT, Onno W Purbo mengirim surat ke Prof. Dr. M. Nuh, berikut isi lengkap suratnya.
Jakarta, 30 April 2014
Kepada Yth.
Assalamualikum Wr. Wb.
Wassalam Wr. Wb.
Onno W. Purbo
Bukti surat ini telah dikirim:
Sumber.
Jakarta, 30 April 2014
Kepada Yth.
Prof. Mohammad Nuh Menteri Pendidikan Nasional di Senayan, Jakarta
Assalamualikum Wr. Wb.
Saya prihatin dengan TIK (ICT) di Kurikulum 2013, apalagi setelah
berdiskusi dan bertemu dengan guru-guru TIK dari berbagai daerah di
Seminar AGTIKKNAS di Gedung A Senayan tanggal 26 April 2014 yang lalu.
Saya melihat guru TIK & TIK di sekolah sebagai kunci dan aset
yang sangat strategis untuk bangsa Indonesia ke depan. Khususnya untuk
memenuhi hak azasi bangsa menjadi pandai dan dapat mengeksplorasi
pengetahuan tanpa di batasi oleh struktur sekolah, ruang kelas, bangunan
dan waktu. Ini penting karena sistem pendidikan konvensional, hanya
mampu menjamin 10% dari bangsa menjadi sarjana. 90% lainnya harus gigit
jari karena dibatasi oleh ruang, waktu dan biaya.
Saya bermimpi agar ada pemberdayaan guru TIK untuk
mentransformasikan sekolah menjadi e-learning / e-school tanpa
menjadikan para guru TIK sebagai sales tanpa dibayar oleh vendor
software proprietary yang tidak open source. Ini sangat penting agar
bangsa ini menjadi Berdaulat dan Merdeka tidak di jajah software
proprietary yang tidak open source. Semoga keberadaan e-school bisa
membantu menaikan throughput pendidikan agar anak kita yang masuk SD
dapat jaminan menjadi sarjana 16 tahun kemudian.
Saya prihatin mendengarkan cerita guru TIK yang harus menjelma
menjadi guru BK, guru-guru mapel lain, bahkan menjadi jajaran birokrasi
di Dinas. DIKNAS kehilangan aset yang luar biasa dan harus memulai
banyak hal dari NOL jika ini dibiarkan. DIKNAS harus cepat mengubah arah
gerakan ini agar fondasi pendidikan tidak goyah dan mampu untuk
mendukung perubahan bangsa menuju knowledge based society.
Usulan penguatan fondasi pendidikan yang terkait TIK adalah:
- Mata Pelajaran TIK tetap di pertahankan. Lebih baik lagi jika di kembang untuk menunjang transformasi seluruh sekolah menjadi e-learning / e-school.
- Ubah isi mata pelajaran TIK menjadi penunjang explorasi pengetahuan siswa. Dengan kondisi yang ada di sekolah terutama di daerah, tidak mungkin kita mengandalkan guru-guru mata pelajaran normal untuk membantu explorasi pengetahuan berbasis TIK. Saran saya, ubah isi TIK dari skill menggunakan komputer menjadi keterampilan untuk explorasi pengetahuan, seperti, simulasi berbagai bidang ilmu, akses ke e-library, online learning menggunakan moodle, dll.
- Berdayakan guru TIK agar mendukung explorasi pengetahuan & e-learning berbasis open source. Proses transformasi sekolah menjadi sekolah berbasis TIK hanya di mungkinkan jika kita memberdayakan dengan baik guru TIK. Kita perlu menyiapkan modul sekolah berbasis TIK dan Training of Trainer bagi para guru TIK bahkan menyekolahkan mereka ke jenjang yang lebih tinggi.
Saya yakin di akhir masa jabatan Pak Nuh sebagai MENDIKNAS akan
legowo dan berbesar hati untuk menanamkan fondasi yang kuat dalam dunia
pendidikan agar bangsa ini dapat menjadi bangsa yang besar di wilayah
Asia Tenggara.
Semoga Allah memberikan kekuatan dan membalas budi baik Pak Nuh.
Wassalam Wr. Wb.
Onno W. Purbo
Bukti surat ini telah dikirim:
Sumber.




Tidak ada komentar: